Rabu, 25 Juli 2018

Ini Menjadi Unggulan Desa Binoh


Binoh merupakan desa dengan lahan pertanian yang luas dan didukung dengan adanya kelompok pertanian yang mengelola dan memberikan pengarahan pertanian pada petani Desa Binoh agar hasil yang didapatkan mampu bersaing di pasaran pertanian daerah. Salah satu keunggulan dari sektor pertanian yang menjadi ciri khas dari Desa Binoh yaitu kacang tanah.
Kacang tanah yang selalu ditanam pada waktu musim kemarau menjadikan tanaman ini yang diunggulkan oleh masyarakat atau petani Binoh di musim itu. Keunggulan lainnya yang di kedepankan oleh masyarakat Binoh yakni kacang tanah ini dengan kualitas super. Pengelolaan kacang tanah dengan cara alami menjadikan kualitas kacang ini sedikit mengandung pestisida. Hal ini dikarenakan petani di Desa Binoh lebih mengedepankan cara tradisional dalam mengolah lahan pertanian. Hal ini dibuktikan dengan cara membajak sawah menggunakan sapi dan pemupukan dengan kompos. Tapi meskipun itu, pertanian di Binoh khususnya hasil Kacang Tanah juga menggunakan pestisida dalam ukuran rendah.
Kacang tanah yang menjadi unggulan di Desa Binoh sayangnya belum didukung dengan sistem pemasaran yang baik. Hal ini menjadikan hasil pertanian disini kurang mendapatkan harga yang maksimal. Rantai pemasaran mulai dari tengkulak hingga sampai di konsumen adalah masalah terbesar yang dihadapi oleh masyarakat Desa Binoh. Hadirnya kelompok tani yang baru didirikan 3 tahun terakhir saat ini masih dalam tahap pengembangan yang terfokus kepada pembibitan dan pupuk pertanian.
Rantai pemasaran yang panjang menjadikan harga dari kacang tanah di Desa Binoh ini sangat murah dan masyarakat atau petani pada tahun 2017 tidak memanennya. Hal ini riskan dan menjadi masalah besar yang terdapat di pertanian Binoh. Unggul didalam kualitas kacang tanah tetapi tidak didukung dengan proses pemasaran yang baik menjadikan kacang tanah di Binoh hanya untuk konsumsi dan dijual mentahan. Pada bulan Mei 2018, permasalahan ini terdengar di telinga mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura pada waktu survei lokasi untuk KKN Tematik UTM 2018.
Akhirnya pada bulan Juli, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dalam agenda KKN Tematik UTM 2018 memberikan idenya terhadap pengelolaan kacang tanah yang menjadi unggulan di Desa Binoh ini. Agenda yang dilaksanakan oleh mahasiswa menggandeng salah satu kelompok pertanian yang terdapat di Dsn.Tamandikeh Ds.Binoh. kelompok pertanian yang diketuai oleh Musta’in ini adalah kelompok pertanian pertama yang berbadan hukum di Desa Binoh.
Keunggulan kacang tanah di Binoh yang masih mengedepankan kualitas alami menjadikan mahasiswa KKN tertarik untuk menuangkan ide jitu untuk mengatasi permasalahan harga di Binoh. Salah satu program kerja yang di bentuk oleh mahasiswa yaitu pelatihan kacang sembunyi dan kacang asin sebagai optimalisasi potensi pangan di Desa Binoh. Yang menjadi tujuan terpenting dari program kerja ini adalah mampu memberikan solusi terhadap harga pemasaran yang rendah terhadap kacang tanah.

Agenda pelatihan kacang sembunyi dan kacang asin yang dilaksanakan mulai tanggal 23 hingga 30 Juli ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap permasalahan yang dihadapi petani. Pelatihan kacang sembunyi dan kacang asin dibuat dalam kemasan menarik yang diberikan label produk asli dari kelompok pertanian di Dsn.Tamandikeh. selain itu, alat penunjang Siller Plastic juga diperkenalkan kepada seluruh anggota kelompok tani yang hadir dalam agenda pelatihan kacang sembunyi dan kacang asin ini.


Produksi yang dihasilkan oleh kelompok pertanian ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap rendahnya harga kacang tanah di wilayahnya. Kemudian pemasaran yang dilaksanakan untuk produk kacang sembunyi dan kacang asin ini dapat membentuk kerjasama dengan perusahaan yang terdapat di Pasar Tona’an Ds.Binoh yang nantinya dapat meningkatkan harga kacang tanah namun dalam wujud atau kemasan olahan kacang sembunyi dan kacang asin.

2 komentar: